1.5 perkenalan
Sepulang dari beer house Reni nebeng aku karena rumah kami searah, ya kan dari pada reni naek ojol kan mending bareng pulang aku sekalian.
Dijalan reni bilang "itu yang td cowok pake baju merah di depan cowok yg senyum senyum ke kamu itu temen kuliah aku dulu loh, km mau aku tanyain ke temenku soal cowok itu? Nanti sekalian aku kenalin ke kamu deh cowo tadi itu, gimana?"
Aku mencubit paha reni lagi, nada dia tanya sambil ngeledek banget gitu, kan sebel..
Sesampainya di kost, aku melihat ada pesan whatsapp dari nomer yang ga aku kenal, ga langsung aku buka, cuma aku baca dr home screen aja, isinya
"hy"
Ya pasti ga aku bales lah, kan ga tau siapa dia, setelah bersih2 muka dan siap-siap berlayar kepulau mimpi ada bunyi notifikasi dari pesan whatsapp isinya
"aku cowok yang tadi di beerhouse"
Ya kaget dong, lah tau dr mana dia nomer aku, tetap ga aku balas sampai beberapa hari, sampai akhirnya lupa kl ada pesan whatsapp dari cowok itu.
Sepulang kerja aku mampir di warteg deket kantor bungkus makan buat dibawa pulang, makan di kost sambil nonton drama korea kan lebih nikmat. Hehee
Pas jalan pulang ke kost reni telfon ngajakin nongkrong, aku nolak karena hari itu bener-bener males kemana-mana, pengennya dikamar kost aja, makan, trus nonton sambil selimutan.
Keesokannya pas hari sabtu juga begitu, reni berkali kali telfon ngajak nongkrong, alasan anterin beli ini itu, tapi aku tetap menolak, karena besoknya libur, aku pikir ga ada salahnya juga kan pengen habisin seharian.
Sore hari Reni tiba-tiba datang ke kos dan masuk ke dalam kamar kemudian dia menarik selimutku dan menyuruhku segera mandi
"Buruan nanti keburu malem" teriak Reni
"baik bundaa" seruku dari kamar mandi. Reni mengacak-acak Lemari ku dan memilih kan aku baju untuk dipakai nongkrong dengan nya dia memilih baju casual tapi kekinian untuk ku pakai.
Setelah siap kami berangkat dan Diperjalan reni hanya bernyanyi ngikutin musik dr radio mobil, dia tidak menjelaskan akan pergi ke mana, mobil melaju dengan santai aku melihat keluar jendela menikmati suasana hujan sembari mendengarkan suara Reni yang sumbang.
Dan ternyata Reni mengajakku nongkrong di beer house tempat kami kami nongkrong bareng sama temen-temen, Reni memarkir mobilnya sebelum keluar dari mobil dia melihat ke kaca spion sembari merapikan rambutnya, kemudian kami berjalan masuk ke dalam beer house dan segera menghampiri teman-teman Reni kami berdua menyalami mereka satu persatu dan Reni memperkenalkan aku ke teman-temannya satu persatu kami memesan minuman dan teman-teman Reni mulai mengajakku ngobrol selang setengah jam ada seorang laki-laki yang tampak tidak asing berdiri di pintu beer house dengan mengenakan kaos hitam polos dan celana jeans yang sedikit basah karena hujan Dia segera menghampiri tempat kami duduk kemudian mengalami kami satu persatu aku melongo saja dan tertegun karena dia adalah cowok yang sebelumnya pernah kutemui di tempat ini pada waktu Nongkrong Bareng sama temen-temen aku dia menjabat tangan Reni sambil kemudian dia mengedipkan mata dan berkata
"Thanks ya Ren"
Reni mengedipkan matanya sambil mengacungkan jempol ke arah cowok itu, kemudian cowok itu menyodorkan tangannya ke arahku, aku tertegun sejenak, kemudian menangkap jabatan tangan cowok itu, dia segera memperkenalkan diri
"halo Namaku Hendri"
aku membalas perkenalannya
"Hei aku Na Nay"
balasku gugup, kemudian dia duduk dan memesan minuman, sembari menunggu minumannya datang dia menanyaiku "Kapan nih WhatsApp ku dibales?"
aku salah tingkah dan menjawab
"iya nih habis ini aku bales"
"Yaelah Nanti aja dong kan sekarang bisa ngobrol langsung"
Oh iya jawabku salah tingkah, Entah kenapa aku jadi gugup dekat dengannya dia, menanyaiku beberapa pertanyaan standard, seperti aku kerja di mana, tinggal di mana, aku berasal dari mana, seperti itulah dan juga obrolan-obrolan lainnya Entah kenapa aku merasa nyambung ngobrol berdua dengannya, sampai-sampai kami menghiraukan teman-teman yang lain, Reni pun asik ngobrol bersama teman-temannya yang lain, kemudian HP Reni berdering sepertinya Bundanya sudah menyuruhnya segera pulang karena Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam, aturan di rumah Reni agak ketat sih, hehe..
Kemudian kami berpamitan pulang saat kami berdiri Hendri juga ikut berdiri dia ikut mengantar kami ke tempat mobil Reni diparkir, sambil berjalan Hendri berbisik kepada Reni dari arah belakang
"sekali lagi Makasih ya Ren"
Reni mengangguk dan mengangkat jempolnya ke arah Hendri, kami berdua masuk ke dalam mobil Hendri membantuku membuka pintu, sembari menutup pintu untukku Hendri berkata "nanti chat WhatsApp ku dibalas ya"
"oke" jawabku
kemudian Hendri Melambaikan tangannya, mobil melaju dan Reni mulai bernyanyi mengikuti musik dari radio dengan suara sumbang nya, sembari dia berkata
"eh Nay, Hendri itu orangnya baik loh, dia juga pekerja keras, sama lah kayak kamu, kalau dia bukan orang baik nggak bakalan aku kenalin dia ke kamu"
"iya.. iya.. Ren"
Ternyata Reni memang sudah merencanakan perkenalanku dengan Hendri.
Mobil melaju santai aku melihat ke luar jendela sambil menikmati suasana hujan dari dalam mobil, Reni mengantarku ke gerbang kost kemudian Reni berpamitan dengan Melambaikan tangannya melalui jendela mobil,
"bye Nay"
""bye Ren hati-hati ya" balasku
aku masuk ke dalam kost Sesampainya di kamar aku segera meloncat ke arah kasur dan merebahkan diri sambil bergumam
"Oh kasur kita ketemu lagi"
Sambil rebahan diam-diam aku memikirkan sosok Hendri yang tampan, dan seketika menepis Hendri yang sedari tadi melayang-layang pikiranku, beberapa menit rebahan aku berdiri segera ganti baju tidur dan membuka laptop untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum tuntas, dan melanjutkan nonton drama favoritku.
Ternyata aku menunggu pesan WhatsApp dari Hendri tapi pesan dari Hendri tak kunjung tiba, sampai keesokan harinya pun di hari Minggu Hendri tak kunjung mengabariku hari Senin dan seterusnya sampai beberapa minggu aku beraktivitas seperti biasanya, bekerja, pulang dan menonton drama favoritku sampai aku melupakan tentang Hendri.
Dijalan reni bilang "itu yang td cowok pake baju merah di depan cowok yg senyum senyum ke kamu itu temen kuliah aku dulu loh, km mau aku tanyain ke temenku soal cowok itu? Nanti sekalian aku kenalin ke kamu deh cowo tadi itu, gimana?"
Aku mencubit paha reni lagi, nada dia tanya sambil ngeledek banget gitu, kan sebel..
Sesampainya di kost, aku melihat ada pesan whatsapp dari nomer yang ga aku kenal, ga langsung aku buka, cuma aku baca dr home screen aja, isinya
"hy"
Ya pasti ga aku bales lah, kan ga tau siapa dia, setelah bersih2 muka dan siap-siap berlayar kepulau mimpi ada bunyi notifikasi dari pesan whatsapp isinya
"aku cowok yang tadi di beerhouse"
Ya kaget dong, lah tau dr mana dia nomer aku, tetap ga aku balas sampai beberapa hari, sampai akhirnya lupa kl ada pesan whatsapp dari cowok itu.
Sepulang kerja aku mampir di warteg deket kantor bungkus makan buat dibawa pulang, makan di kost sambil nonton drama korea kan lebih nikmat. Hehee
Pas jalan pulang ke kost reni telfon ngajakin nongkrong, aku nolak karena hari itu bener-bener males kemana-mana, pengennya dikamar kost aja, makan, trus nonton sambil selimutan.
Keesokannya pas hari sabtu juga begitu, reni berkali kali telfon ngajak nongkrong, alasan anterin beli ini itu, tapi aku tetap menolak, karena besoknya libur, aku pikir ga ada salahnya juga kan pengen habisin seharian.
Sore hari Reni tiba-tiba datang ke kos dan masuk ke dalam kamar kemudian dia menarik selimutku dan menyuruhku segera mandi
"Buruan nanti keburu malem" teriak Reni
"baik bundaa" seruku dari kamar mandi. Reni mengacak-acak Lemari ku dan memilih kan aku baju untuk dipakai nongkrong dengan nya dia memilih baju casual tapi kekinian untuk ku pakai.
Setelah siap kami berangkat dan Diperjalan reni hanya bernyanyi ngikutin musik dr radio mobil, dia tidak menjelaskan akan pergi ke mana, mobil melaju dengan santai aku melihat keluar jendela menikmati suasana hujan sembari mendengarkan suara Reni yang sumbang.
Dan ternyata Reni mengajakku nongkrong di beer house tempat kami kami nongkrong bareng sama temen-temen, Reni memarkir mobilnya sebelum keluar dari mobil dia melihat ke kaca spion sembari merapikan rambutnya, kemudian kami berjalan masuk ke dalam beer house dan segera menghampiri teman-teman Reni kami berdua menyalami mereka satu persatu dan Reni memperkenalkan aku ke teman-temannya satu persatu kami memesan minuman dan teman-teman Reni mulai mengajakku ngobrol selang setengah jam ada seorang laki-laki yang tampak tidak asing berdiri di pintu beer house dengan mengenakan kaos hitam polos dan celana jeans yang sedikit basah karena hujan Dia segera menghampiri tempat kami duduk kemudian mengalami kami satu persatu aku melongo saja dan tertegun karena dia adalah cowok yang sebelumnya pernah kutemui di tempat ini pada waktu Nongkrong Bareng sama temen-temen aku dia menjabat tangan Reni sambil kemudian dia mengedipkan mata dan berkata
"Thanks ya Ren"
Reni mengedipkan matanya sambil mengacungkan jempol ke arah cowok itu, kemudian cowok itu menyodorkan tangannya ke arahku, aku tertegun sejenak, kemudian menangkap jabatan tangan cowok itu, dia segera memperkenalkan diri
"halo Namaku Hendri"
aku membalas perkenalannya
"Hei aku Na Nay"
balasku gugup, kemudian dia duduk dan memesan minuman, sembari menunggu minumannya datang dia menanyaiku "Kapan nih WhatsApp ku dibales?"
aku salah tingkah dan menjawab
"iya nih habis ini aku bales"
"Yaelah Nanti aja dong kan sekarang bisa ngobrol langsung"
Oh iya jawabku salah tingkah, Entah kenapa aku jadi gugup dekat dengannya dia, menanyaiku beberapa pertanyaan standard, seperti aku kerja di mana, tinggal di mana, aku berasal dari mana, seperti itulah dan juga obrolan-obrolan lainnya Entah kenapa aku merasa nyambung ngobrol berdua dengannya, sampai-sampai kami menghiraukan teman-teman yang lain, Reni pun asik ngobrol bersama teman-temannya yang lain, kemudian HP Reni berdering sepertinya Bundanya sudah menyuruhnya segera pulang karena Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam, aturan di rumah Reni agak ketat sih, hehe..
Kemudian kami berpamitan pulang saat kami berdiri Hendri juga ikut berdiri dia ikut mengantar kami ke tempat mobil Reni diparkir, sambil berjalan Hendri berbisik kepada Reni dari arah belakang
"sekali lagi Makasih ya Ren"
Reni mengangguk dan mengangkat jempolnya ke arah Hendri, kami berdua masuk ke dalam mobil Hendri membantuku membuka pintu, sembari menutup pintu untukku Hendri berkata "nanti chat WhatsApp ku dibalas ya"
"oke" jawabku
kemudian Hendri Melambaikan tangannya, mobil melaju dan Reni mulai bernyanyi mengikuti musik dari radio dengan suara sumbang nya, sembari dia berkata
"eh Nay, Hendri itu orangnya baik loh, dia juga pekerja keras, sama lah kayak kamu, kalau dia bukan orang baik nggak bakalan aku kenalin dia ke kamu"
"iya.. iya.. Ren"
Ternyata Reni memang sudah merencanakan perkenalanku dengan Hendri.
Mobil melaju santai aku melihat ke luar jendela sambil menikmati suasana hujan dari dalam mobil, Reni mengantarku ke gerbang kost kemudian Reni berpamitan dengan Melambaikan tangannya melalui jendela mobil,
"bye Nay"
""bye Ren hati-hati ya" balasku
aku masuk ke dalam kost Sesampainya di kamar aku segera meloncat ke arah kasur dan merebahkan diri sambil bergumam
"Oh kasur kita ketemu lagi"
Sambil rebahan diam-diam aku memikirkan sosok Hendri yang tampan, dan seketika menepis Hendri yang sedari tadi melayang-layang pikiranku, beberapa menit rebahan aku berdiri segera ganti baju tidur dan membuka laptop untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum tuntas, dan melanjutkan nonton drama favoritku.
Ternyata aku menunggu pesan WhatsApp dari Hendri tapi pesan dari Hendri tak kunjung tiba, sampai keesokan harinya pun di hari Minggu Hendri tak kunjung mengabariku hari Senin dan seterusnya sampai beberapa minggu aku beraktivitas seperti biasanya, bekerja, pulang dan menonton drama favoritku sampai aku melupakan tentang Hendri.

Komentar
Posting Komentar